Tembok itu Retak

Tembok nan kokoh
Bunga tumbuh di pesisirnya
Indah menghias dengan harumnya
Ia tetap diam.

Guntur membelah langit
Air jatuh dengan sengit
Panas matahari menusuk terik
Namun, ia tetap diam.

Suatu waktu, ia ambil sikap
Diamnya sudah tak tertahan
Kekuatannya telah melemah
Akhirnya, tembok itu retak.

Komentar

Posting Komentar

Pilih Tampilan

Mau dibaca dengan tampilan yang mana?